Perkembangan Teknologi Di Era Revolusi Industri 4.0

Perkembangan Teknologi Di Era Revolusi Industri 4.0 – Juli 2 20182 Juli 2018 Internet of Things, iot, jawaban, pendidik, siswa, produk, program profesional, revolusi industri, revolusi industri 4.0, tantangan

Pendidik atau guru memasuki era saat ini yang kini telah memasuki era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri. Betapa tidak, teknologi yang dipelajari sebagai sumber ilmu untuk diberikan kepada siswa telah berkembang sangat pesat. Didukung dengan peran teknologi informasi yang mudah diakses, tidak jarang siswa lebih menguasai teknologi yang ada dibandingkan dengan pendidik. Dukungan teknologilah yang menjadi salah satu kata kunci untuk menjawab tantangan global di masa depan, sekalipun tantangan tersebut sudah ada di depan mata kita saat ini. Karena pendidik saat ini memiliki dua tantangan khusus, yaitu yang pertama menyesuaikan dengan perkembangan teknologi sesuai dengan perkembangan saat ini atau bahkan kemampuan untuk memiliki pandangan yang lebih jauh ke depan tentang bidang ilmu yang dikelolanya. Yang kedua adalah memberikan keterampilan dan kemampuan kepada siswa dengan menggunakan perkembangan teknologi modern.

Perkembangan Teknologi Di Era Revolusi Industri 4.0

Dikutip dari dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Richard Mengko yang menyebutkan sumber A.T. Kearney, bercerita tentang revolusi industri hingga akhirnya menyentuh generasi ke 4. Berikut empat tahapan revolusi industri dari dulu hingga sekarang.

Jual Pengembangan Revolusi Industri 4.0 Dalam Berbagai Bidang

Revolusi industri pertama terjadi pada akhir abad ke 18. Penemuan loop mekanik pertama pada tahun 1784 menandai dimulainya industri tersebut. Peralatan kerja yang sebelumnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan oleh mesin-mesin tersebut. Banyak orang menganggur, tetapi produksi diyakini meningkat dua kali lipat.

Revolusi industri 2.0 terjadi pada awal abad 20. Pada saat itu terjadi pengenalan produksi massal berdasarkan pembagian kerja. Lini produksi pertama melibatkan rumah jagal di Cincinnati, AS, pada tahun 1870.

Pada awal tahun 1970-an, ditengarai sebagai revolusi industri 3.0 yang pertama. Dimulai dengan penggunaan peralatan elektronik dan teknologi informasi untuk mengotomatisasi produksi. Awal revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan munculnya programmable logic controller (PLC) pertama, yaitu modem 084-969. Sistem otomasi berbasis komputer ini membuat mesin-mesin industri tidak lagi dikendalikan oleh manusia. Efeknya biaya produksi menjadi lebih murah.

Nah, sekarang era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan sistem cyber-physical. Saat ini industri mulai menyentuh dunia maya, berupa hubungan manusia, mesin dan data, semuanya ada di mana-mana. Istilah ini dikenal dengan Internet of Things (IoT).

Mahasiswa Its Harus Kenali Era Perubahan Dunia Industri

SMK Krian 1 yang merupakan lembaga pelatihan vokasi dimana tantangan revolusi industri 4.0 sangat nyata, merespon secara langsung dan memberikan bekal kepada siswa untuk menghadapi masa depan dengan keahliannya masing-masing. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 yang dimeriahkan dengan penggunaan Internet of Things (Iot) adalah pemanfaatan seluruh media yang menggunakan internet untuk meningkatkan. Salah satu produk yang dihasilkan oleh siswa Sekolah Teknik Krian 1 yang baru-baru ini menjadi juara kedua Lomba Tugas Teknologi Tepat (LKTTG) adalah dari Program Profesional Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), yaitu Remote Home Control berbasis Internet. RPL SMK Krian 1 menjadi salah satu yang terdepan dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, karena program peminatan ini memiliki perlengkapan dan ruang lingkup pembelajaran yang sangat dekat dengan internet.

Untuk program spesialis lainnya di Sekolah Teknik Krian 1 seperti Teknik Mesin (TPM) dan Teknik Instalasi Listrik (TITL) juga sangat aktif mempelajari dan mengembangkan bidang keahlian terkini. Beberapa waktu yang lalu, Sekolah Teknik TITL Krian 1 mendapat undangan dari Pembangkit Jawa Bali (PJB) untuk mengikuti pelatihan salah satu anak perusahaan ketenagalistrikan besar di Indonesia, sebagai salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang nantinya akan diberikan kepada JUDUL. Mahasiswa program profesi. Sebagai hasil dari program keahlian TPM, juga dilakukan kegiatan pelatihan keahlian di bidang permesinan, yaitu sistem penggunaan teknologi software komputer Master Cam yang diimplementasikan langsung pada mesin produksi untuk pengolahan bahan logam, konsumsi. teknologi komputer secara aktif diterapkan sebagai metode pengajaran di Krian Berufsschule 1.

Integrasi masing-masing perangkat lunak profesional juga sangat memungkinkan untuk menciptakan produk berbasis internet yang revolusioner. Hal ini menjadi acuan baru bagi para pendidik di SMK Krian 1 khususnya pada mata pelajaran produktif. Nyonya. Dhini (Kepala SMK Krian 1) mendorong kami untuk menciptakan produk yang benar-benar revolusioner dengan menggunakan teknologi modern dan tentunya produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan kurikulum pendidikan terbaru pemerintah untuk semua program profesi maupun produk kreatif dan kajian kewirausahaan. Sekolah Teknik Krian 1 juga sangat terbuka dengan kreatifitas pengembangan produk tersebut. Jika tidak ada dalam kurikulum, dapat difasilitasi melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan bidang lain.Revolusi industri dimulai pada tahun 1784, dimulai dengan ditemukannya mesin uap pertama.Itulah awal dari Revolusi Industri 1.0 . . Dalam Revolusi Industri 1.0, pertumbuhan tenaga mekanik dan uap serta air menandai permulaannya. Tenaga manusia dan hewan, digantikan oleh munculnya mesin dan mesin uap pada abad ke-18, merupakan salah satu pencapaian terbesar mereka. Revolusi 1.0 dapat secara signifikan meningkatkan perekonomian. Selama dua abad setelah revolusi industri, pendapatan per kapita negara-negara di dunia meningkat enam kali lipat. Kemudian pada tahun 1870, setelah 86 tahun, mesin listrik dan produksi massal ditemukan di berbagai tempat. Perubahan Revolusi Industri 2.0 ditandai dengan perkembangan tenaga listrik dan motor penggerak. Produksi dan produksi massal berlangsung. Telepon, mobil, dan pesawat terbang adalah contoh kinerja yang lebih tinggi. 99 tahun kemudian, pada tahun 1969 komputer tersedia menandai dimulainya Revolusi Industri 3.0. Perubahan terjadi sangat cepat pada Revolusi Industri 3.0. Ini adalah simbol pertumbuhan industri berbasis listrik, teknologi informasi, dan otomatisasi. Teknologi digital dan internet menjadi populer di akhir era ini. Saat ini, di era tahun 2019, kita hanya berjarak sekitar 50 tahun dari Revolusi Industri 4.0. Perubahannya luar biasa dan terjadi dengan kecepatan tinggi. Perubahan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan dibandingkan era revolusi industri sebelumnya. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan Internet of Things yang kehadirannya sangat pesat.

Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0? Singkatnya, konsep Industri 4.0 adalah tren dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi jaringan.Pada Industri 4.0, teknologi manufaktur telah memasuki arah pertukaran data dan otomatisasi. Ini termasuk sistem jaringan fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menempatkan teknologi cerdas yang dapat terkoneksi dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Bukan rahasia lagi bahwa saat ini semua orang menggunakan smartphone.

Strategi Making Indonesia 4.0 Dan Pemuda Sebagai Jembatan Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan peristiwa industri 4.0 yang berbeda, termasuk:

Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dan akibatnya industri menjadi lebih kompleks dan efisien. Namun, ada juga potensi risikonya, misalnya pengurangan hak asasi manusia digantikan oleh mesin atau robot. Dunia saat ini sedang menyaksikan revolusi industri 4.0. Ada berjuta peluang, namun di sisi lain, ada berjuta tantangan yang harus dihadapi. Apa sebenarnya revolusi industri 4.0 itu? Prof. Klaus Martin Schwab, seorang insinyur dan ekonom Jerman, mengatakan bahwa kita sekarang berada di awal revolusi yang secara mendasar akan mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Banyak hal yang tadinya tidak terpikirkan tiba-tiba muncul dan menjadi penemuan baru, membuka lahan bisnis yang sangat luas. Munculnya sistem transportasi dan ride sharing seperti Go-jek, Uber dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 menghadirkan perusahaan baru, pekerjaan baru, profesi baru yang tidak terpikirkan hingga saat ini.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program Making Indonesia 4.0 yang merupakan peta dan kampanye bersama untuk mengimplementasikan 4 strategi tersebut yang akan diluncurkan pada 4 April 2018.

Sebagai langkah awal implementasi Making Indonesia 4.0, terdapat lima industri yang menjadi fokus penerapan Industri 4.0 di Indonesia, yaitu:

Apa Itu Revolusi Industri 4.0? Sejarah, Dampak Dan Contohnya

Kelima industri ini merupakan tulang punggung, dan diharapkan memiliki pengaruh besar dalam hal daya saing dan kontribusi ekonomi Indonesia ke 10 negara teratas di dunia pada tahun 2030. Lapangan kerja dan teknologi investasi baru.

Industri 4.0 di Indonesia akan menarik investasi asing dan asing di Indonesia, karena industri Indonesia lebih produktif dan memiliki kemampuan bersaing dengan negara lain, serta berusaha lebih mengimbangi peningkatan kapasitas upah Indonesia untuk mengambil teknologi. Revolusi mental juga harus dilakukan, dimulai dengan mengubah pemikiran negatif dan ketakutan akan Industri 4.0 yang akan mengurangi pekerjaan atau persepsi bahwa teknologi itu sulit.

Kita harus berupaya untuk terus meningkatkan learning skill, skill yang memenuhi kebutuhan era industri 4.0, sehingga kita memiliki daya saing yang kuat. Kita berharap Industri 4.0 tetap terkendali. Harus ada pemahaman bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bahwa perubahan besar di Industri 4.0 merupakan keniscayaan yang tak terelakkan.

Dengan segala kekuatan yang kita miliki, kita harus menjadi aktor aktif yang mendapat manfaat dari perubahan besar ini. Tantangan yang masih ada adalah meningkatkan keterampilan tenaga kerja di Indonesia, mengingat 70% tenaga kerja adalah lulusan SMA. Pendidikan sekolah kejuruan adalah suatu keharusan agar tenaga kerja dapat langsung terserap di dunia industri.

Pengaruh Revolusi Industri 4.0 Terhadap Dunia Konstruksi

Selain itu, pemerintah harus meningkatkan porsi belanja riset baik melalui program APBN maupun memberikan insentif kepada perguruan tinggi dan perusahaan swasta. Saat ini porsi belanja riset Indonesia hanya 0,3% dari PDB pada 2016, sedangkan Malaysia 1,1% dan China sudah 2%. Biaya penelitian termasuk pembuatan taman teknologi di berbagai daerah sebagai sentra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like