Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri

Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri – DEFINISI PERTUMBUHAN Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai penambahan teratur semua komponen dalam sel hidup. Pada organisme multisel, yang disebut pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel tiap organisme, dan juga pertambahan ukuran sel. Pada organisme uniseluler, pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel, yang juga berarti pertambahan jumlah organisme, misalnya pertumbuhan yang terjadi pada kultur mikroorganisme. Pada organisme uniseluler (aseluler), ukuran sel meningkat selama pertumbuhan, tetapi pembelahan sel tidak terjadi.

5 Fase Adaptasi Fase adaptasi adalah fase adaptasi terhadap substrat dan kondisi lingkungan sekitar, jika mikroorganisme dipindahkan ke media. Pembelahan sel tidak terjadi pada tahap ini karena beberapa enzim mungkin belum disintesis. Jumlah sel pada tahap ini bisa konstan, namun terkadang berkurang. Lamanya fase ini bervariasi, bisa cepat atau lambat, tergantung kecepatan adaptasi terhadap lingkungan.

Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri

6 Fase Pertumbuhan Awal Saat mengalami fase adaptasi, sel mulai membelah dengan kecepatan rendah karena baru saja menyelesaikan fase adaptasi.

Lembar Kerja Mahasiswa Nad

Selama fase ini, sel-sel mikroorganisme membelah dengan cepat dan terus menerus, bertambah jumlahnya mengikuti kurva logaritmik. Pada tahap ini laju pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh media tempat tumbuhnya seperti pH, kandungan nutrisi, kondisi lingkungan termasuk suhu dan kelembaban. Pada tahap ini, sel membutuhkan lebih banyak energi daripada tahap lainnya, apalagi sel paling peka terhadap kondisi lingkungan.

Pada fase ini pertumbuhan populasi mikroorganisme melambat karena berbagai sebab, misalnya nutrisi dalam media kultur sangat berkurang, terdapat produk metabolisme yang mungkin bersifat toksik atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Pada tahap ini pertumbuhan sel belum stabil, tetapi populasinya tetap bertambah karena jumlah sel yang tumbuh masih lebih banyak dari jumlah sel yang mati.

Selama fase ini jumlah populasi sel tetap konstan, karena jumlah sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang mati. Ukuran sel menjadi lebih kecil selama tahap ini karena sel terus membelah meski kehabisan nutrisi. Karena kekurangan nutrisi, sel mungkin memiliki komposisi yang berbeda dari sel yang tumbuh dalam fase logaritmik. Selama tahap ini, sel menjadi lebih tahan terhadap kondisi ekstrem seperti panas, dingin, radiasi, dan bahan kimia.

Pada fase ini, sebagian populasi mikroorganisme mulai mati karena berbagai sebab, yaitu: nutrisi dalam media kultur habis, energi cadangan dalam sel habis. Jumlah sel yang mati akan bertambah seiring waktu, dan kecepatan kematian dipengaruhi oleh kondisi nutrisi, lingkungan dan jenis mikroorganisme.

Pengaruh Suhu Dan Lama Fermentasi Terhadap Uji Organoleptik Pada Pembuatan Nata Buah Enau (areng Pinnata Merr)

Tujuan pengawetan makanan adalah sebagai berikut : 1. Pengurangan jumlah awal sel mikroorganisme dalam makanan. 2. Perpanjang fase adaptasi sebanyak mungkin untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Ini memperlambat fase pertumbuhan logaritmik. Langkah ini mempercepat kematian sel mikroorganisme.

13 Prinsip konservasi : Pengurangan kontaminasi awal makanan, misalnya dengan membersihkan/memotong bagian yang kotor, mencuci. Lingkungan yang tidak cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme dapat dibuat dengan beberapa cara, misalnya: a. mengurangi kadar air (RH) atau aw dengan mengeringkan atau menambahkan garam/gula b. menurunkan temperatur sehingga tercapai temperatur pendinginan atau standardisasi c. Menurunkan pH makanan dengan menambahkan asam atau fermentasi d. menghilangkan oksigen dengan kemasan vakum untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme aerobik. e. penambahan inhibitor mikroba. 3. memberikan perlakuan yang mempercepat kematian sel, misalnya dengan pemanasan, pengeringan atau penyinaran.

15 Ketersediaan unsur hara Mikroorganisme heterotrof membutuhkan unsur hara untuk hidup dan tumbuh yaitu sebagai sumber karbon, nitrogen, energi dan faktor tumbuh yaitu mineral dan vitamin.

16 Ketersediaan air Sel mikroorganisme membutuhkan air untuk bertahan hidup dan berkembang biak. oleh karena itu, jumlah air yang tersedia memiliki pengaruh yang kuat terhadap pertumbuhan sel mikroorganisme dalam makanan. Selain menjadi komponen seluler terbanyak (70-80%), air juga dibutuhkan sebagai reaktan dalam berbagai reaksi biokimia.

Kuliah 9 Pertumbuhan & Pembelahan Sel

17 Nilai pH Nilai pH media sangat berpengaruh terhadap jenis mikroorganisme yang dapat tumbuh. Mikroorganisme umumnya dapat tumbuh pada kisaran pH 3-6 unit. Sebagian besar bakteri memiliki pH optimum, yaitu pH tempat tumbuhnya paling banyak, sekitar pH. Pada pH di bawah 5,0 dan di atas 8,5, bakteri tidak dapat tumbuh dengan baik, kecuali bakteri asam asetat (Aetobacter suboxydans). Di sisi lain, ragi lebih menyukai pH 4-5 dan dapat tumbuh pada kisaran pH, sehingga ragi tumbuh pada pH rendah dimana pertumbuhan bakteri terhambat. PH optimum untuk kapang adalah 5-7, tetapi seperti ragi, kapang masih bisa bertahan pada pH ini.

18 Suhu Setiap mikroorganisme memiliki suhu optimum, minimum dan maksimum untuk pertumbuhannya. Ini karena aktivitas enzim berhenti di bawah suhu minimum dan di atas suhu maksimum, bahkan ketika terjadi denaturasi enzim pada suhu yang terlalu tinggi. Mikroorganisme dapat dibagi menjadi kelompok yang berbeda sesuai dengan kemampuannya untuk memulai pertumbuhan dalam kisaran suhu tertentu. Klasifikasi ini adalah: (1) psikrofil, (2) mesofil dan termofil,

20 Ketersediaan oksigen Konsentrasi oksigen dalam makanan dan lingkungan mempengaruhi jenis mikroorganisme yang dapat tumbuh dalam makanan. Tergantung pada kebutuhan oksigen untuk pertumbuhan, mikroorganisme dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu mikroorganisme aerob, anaerob, dan anaerob fakultatif.

Agar situs web ini berfungsi, kami merekam dan membagikan data pengguna dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui kebijakan privasi kami, termasuk kebijakan cookie kami H 2014 Isfatun Chasanah Maulidan Asryofil Anam Putri Kartika Mukti Robiatul Hadawiyah MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU JURUSAN BIOLOGI Maret 2016

Pdf) Analisis Pengaruh Ph Dan Suhu Pada Desinfeksi Air Menggunakan Microbubbble Dan Karbondioksida Bertekanan

2 A. JUDUL/ISI Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri B. TUJUAN Tujuan Workshop Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri adalah : 1. Mempelajari pengaruh suhu terhadap pertumbuhan bakteri. 2. Tentukan titik kematian termal bakteri. C. WAKTU DAN TEMPAT Ujian praktikum pengaruh suhu terhadap pertumbuhan bakteri dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Februari 2016, di ruang 309 Laboratorium Mikrobiologi Gedung O5 Jurusan Biologi FMIPA UM. D. Dasar Teori Pada umumnya pertumbuhan mikroba sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat menyebabkan perubahan sifat morfologi dan fisiologis. Hal ini dikarenakan selain menyediakan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya, mikroba membutuhkan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan mikroba secara optimal. Mikroba tidak hanya berbeda dalam kebutuhan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respons yang berbeda. Kombinasi nutrisi dan faktor lingkungan yang sesuai diperlukan untuk keberhasilan budidaya berbagai jenis mikroba (Pelczar, 1986). Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah suhu. Untuk pertumbuhan, setiap tubuh mempunyai suhu pertumbuhan yang berbeda-beda, yaitu maksimum dan optimum (Dwijoseputro, 1994). Ketahanan suhu tidak sama untuk semua spesies. Ada spesies yang mati setelah beberapa menit pemanasan dalam media cair pada suhu 60 °C, sedangkan bakteri spora dari genus Bacillus dan Clostridium tetap hidup setelah dipanaskan dengan uap pada suhu 100 °C atau lebih selama sekitar setengahnya. waktu. jam (Dwijoseputro, 1994). Thermal Death Point adalah suhu terendah yang dapat membunuh bakteri dalam media standar selama 10 menit. Tidak semua individu dari suatu spesies mati bersama pada suhu yang sama

3 terpisah. Biasanya satu orang lebih tahan terhadap pemanasan daripada yang lain, sehingga tepat dikatakan bahwa ada tingkat kematian suhu (heat death rate) (Dwijoseputro, 1994). Mengenai pengaruh suhu terhadap aktivitas fisiologis, mikroorganisme dapat hidup dalam batas suhu tertentu. Menurut Madigan (et al., 2012), berdasarkan batas suhunya, bakteri dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu: 1. Bakteri sifilofilik, yaitu bakteri dengan suhu terbaik untuk pertumbuhannya pada suhu 15 oC atau lebih rendah. 2. Bakteri mesofilik yaitu bakteri dengan suhu pertumbuhan terbaik pada suhu di atas 45 o C. 3. Bakteri termofilik yaitu bakteri dengan suhu pertumbuhan terbaik pada suhu antara 45 o -80 o C. E. Alat DAN BAHAN Alat : Bahan : 1 .Petri dish 2. Water bath 3. Boiler 4. Beaker 5. Thermometer 6. Lampu pijar 7. Inoculated needle with jaw 8. LAF 9. Inkubator 10. Tabung reaksi kecil 11. Makropipet 12. Stirrer 13. Autoclave 14. Chamber 1 Kultur bakteri murni 2. Media cair NA 3. Kapas 4. Kertas label F. CARA KERJA Ada 14 tabung kultur yang berisi media kultur cair nutrisi, kemudian ditentukan kode perlakuan suhu yaitu 40 o C, 50 o C, 60 o C, 70 o C, 80 o C, 90 o C dan 100 o C Inokulasi 1 ons biakan koloni bakteri I yang tersedia pada media budidaya yaitu dalam 7 tabung berlabel 40 o C-100 o C dan kontrol, serta koloni bakteri II pada 7 tabung lainnya, kemudian diinkubasi pada suhu 37oC 1 x 24 jam

4 Berikan 4 buah media lempeng NA, kemudian buat garis pada bagian luar dasar cawan Petri dengan spidol untuk membuat 4 kuadran. Sebutkan kode 40 o C, 50 o C, 60 o C, 70 o C pada empat kuadran pelat I dan II, serta kode dan kontrol 80 o C, 90 o C, 100 o C pada panel III dan IV . Panaskan sebelas tabung kultur yang disebutkan di atas menggunakan penangas air. Tabung reaksi yang bertanda 40 o C dipanaskan sampai 40 o C, yang bertanda 50 o C sampai 50 o C, dan seterusnya sampai tabung reaksi yang bertanda 100 o C dipanaskan sampai 100 o C. Setelah pemanasan, letakkan tabung reaksi dengan biakan pada dudukan pipa dan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like