Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai

Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai – Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan

. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi berganda. Kata kunci: gaya kepemimpinan, motivasi kerja, kinerja karyawan.

Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai

. Gaya kepemimpinan menggambarkan kombinasi yang koheren dari filosofi, keterampilan, sifat, dan perilaku yang mendasari perilaku seseorang. sebagai indeks

Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Mediasi Disiplin Kerja (pada Lpk Monarch Candidasa)

(1) Visi dan misi, membangun kebanggaan, memperoleh rasa hormat dan kepercayaan. (2) Mendorong pemecahan masalah dengan kecerdasan, rasionalitas, dan kehati-hatian. (3) Memberikan perhatian yang dipersonalisasi, layanan yang dipersonalisasi, pembinaan dan konsultasi. (4) Pertukaran imbalan dan kontrak untuk usaha, imbalan yang menjanjikan untuk kinerja yang baik dan pengakuan prestasi. (5) Pengabaian dan penghindaran tanggung jawab. Ernest J. dikutip AA Prabu Mankunega (2005:94). Menurut McCormick motivasi kerja didefinisikan sebagai suatu kondisi yang mempengaruhi perilaku, arah dan retensi dalam kaitannya dengan lingkungan kerja. Indikator yang digunakan dalam motivasi kerja adalah sebagai berikut: (1) tingkat tanggung jawab terhadap pekerjaan, (2) motivasi organisasi bagi para anggotanya, (3) kebutuhan aktualisasi diri, (4) kebutuhan berafiliasi, (5) kebutuhan akan Definisi Bernardian John H. & George A. A. Russell (1993: 379) Siddaramayanti (2004: 176-177) mengemukakan bahwa kinerja diartikan sebagai catatan hasil yang dihasilkan dari suatu kegiatan tertentu, juga dalam jangka waktu tertentu. . Indikator kinerja karyawan adalah sebagai berikut: (1) Kualitas, (2) Kuantitas, (3) Ketepatan waktu, (4) Efektivitas, (5) Kerjasama. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Surant (2002) menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian Budi Kahiyono dan Suharto (2005) membuktikan bahwa budaya organisasi, kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengeboman Gritnow dan Warren (2005)

Terbukti bahwa variabel perilaku kepemimpinan dan variabel dinamis berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai. Penelitian yang dilakukan oleh Masrukhin dan Warin (2006) menemukan bahwa variabel kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Rajiv Mehta et al membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja dengan menggunakan perbandingan nilai F dengan signifikansi 0,000 di Amerika Serikat, Polandia dan Finlandia.

Pemeriksaan dilakukan di Sekretariat Daerah Kota Meglang yang beralamat di Jalan Sarao Edhi Wibo no. 2 Magling. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan dari Februari 2012 hingga Juli 2012. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan cara menganalisis data untuk melihat hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah kinerja karyawan (Y), sedangkan variabel bebasnya adalah gaya kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2). Dalam penelitian ini, penulis mengambil 30% dari total 182 karyawan, yaitu 55 orang. Teknik pengambilan sampel acak proporsional digunakan untuk total 55 orang dengan mempertimbangkan proporsi populasi di setiap kategori. Tujuan utamanya adalah untuk mewakili semua populasi. Suharasimi Arikunto (2002: 127-135) memiliki berbagai metode pengumpulan data, antara lain sebagai berikut: metode wawancara, metode dokumen dan metode angket. Mengenai topik penelitian utama yang berkaitan dengan pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan metode ini dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, teknik ini dipilih karena penelitian ini memiliki lebih dari 1 variabel bebas. Menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji linieritas dan uji heteroskedastisitas.

Setelah menganalisis data untuk menguji hipotesis, dilakukan pembahasan hasil analisis data. Pembahasan hasil analisis data adalah sebagai berikut: 1. Gaya kepemimpinan (X1) Berdasarkan hasil pengumpulan data, setelah dilakukan pengolahan data diketahui rata-rata skor gaya kepemimpinan adalah 28,2%. Artinya tingkat pengaruh gaya kepemimpinan di Sekretariat Daerah Kota Magelang sebesar 28,2%. Statistik diperoleh dengan menghitung korelasi variabel kinerja dengan variabel gaya kepemimpinan. Dari hasil perhitungan di atas, diketahui skor minimal perubahan gaya kepemimpinan aspek negatif pemimpin pada item 10 adalah 129. Sisi negatifnya adalah pemimpin tidak memberikan informasi sesuai dengan tanggung jawabnya. sehingga dapat disimpulkan bahwa pimpinan dalam hal ini adalah Sekda Kota Magalang mampu memberikan informasi yang diperlukan kepada pegawai tentang tanggung jawabnya.

Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Bpjs Ketenagakerjaan Cabang Sampit

Hal ini tercermin dari ciri-ciri gaya kepemimpinan transformasional, yaitu motivasi motivasi, yang berarti peran seorang pemimpin yang mampu memaksakan standar yang tinggi tetapi juga mampu mendorong bawahan untuk mencapai standar tersebut. Peran seperti itu mampu menciptakan harapan dan semangat yang tinggi dari bawahan. Dengan kata lain, pemimpin transformasional selalu menginspirasi dan memotivasi bawahannya. Sedangkan skor tertinggi pada gaya kepemimpinan terdapat pada item nomor 2 yaitu 190. Item ini menunjukkan bahwa pemimpin dapat mendorong perubahan pola pikir karyawan menjadi lebih baik. Hal ini sesuai dengan salah satu ciri gaya kepemimpinan transformasional yaitu stimulasi intelektual. Peran ini berarti bahwa seorang pemimpin mampu memotivasi bawahannya untuk memecahkan masalah dengan hati-hati dan logis. Selain itu, peran ini mendorong bawahan untuk menemukan cara baru yang lebih efektif untuk memecahkan masalah. Dengan kata lain, pemimpin transformasional mampu memotivasi (mendorong) bawahan untuk selalu kreatif dan inovatif. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magalang adalah gaya kepemimpinan transformasional. Terbukti gaya kepemimpinan ini cukup efektif dalam memotivasi karyawan sehingga kinerja karyawan juga meningkat. 2. Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan hasil pengumpulan data, setelah dilakukan pengolahan data dapat diketahui rata-rata skor motivasi kerja sebesar 15,6%. Artinya rata-rata motivasi kerja pegawai di Sekretariat Daerah Kota Magelang sebesar 15,6%. Statistik yang diperoleh menghitung kontribusi relatif variabel motivasi kerja terhadap variabel kinerja. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa motivasi kerja masih sangat rendah dalam menghargai pegawai. Dalam konteks ini, pernyataan nomor 19 memiliki skor terendah yaitu 191. Rendahnya skor yang diperoleh disebabkan oleh perilaku pimpinan yang kurang memperhatikan karyawannya, terlihat dari kurangnya perhatian berupa penghargaan karyawan. Mereka telah menyelesaikan pekerjaan atau tugas mereka sepenuhnya. Padahal pujian secara tidak langsung dari pimpinan dapat memotivasi kerja para pegawainya. Menurut teori motivasi Maslow bahwa setiap karyawan perlu menggunakan keahlian, kemampuan dan kemampuannya untuk aktualisasi diri atau aktualisasi diri guna mencapai prestasi kerja yang paling memuaskan/luar biasa. Skor tertinggi dicapai oleh item nomor 18 yaitu 203. Sebagian besar pemberi kerja setuju bahwa memberi penghargaan kepada karyawan yang berkinerja terbaik akan memotivasi mereka untuk bekerja. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Maslow (1943) yang selanjutnya melahirkan teori bahwa tesis ini dirumuskan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pascasarjana (S-1) Program Studi Administrasi Publik DEWI WARA ARIMBI PRINGGANDANI NIMP. 10010290 Program Studi Administrasi Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STSP)

Dewi Wara Arimbi Prengandani (10010290) PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KACAMATA 568744321897856 KABUPATEN 22314565656 KABUPATEN KLINISTANG 22314565552 ADMINISTRASI KABUPATEN

Pembimbing : Pemeriksaan ini dilakukan di Kantor Kecamatan 568744321897856 Kecamatan 223145655225. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di dinas kecamatan 568744321897856 kecamatan 223145655225, kecamatan 223145655225 (1) digunakan metode survei terhadap kinerja pegawai di dinas kecamatan 568744321897856 223145655225 223145655225. Prosedurnya, jumlah pegawai di kantor kecamatan adalah 568744321897856 kecamatan 22352525. Kemet menggunakan angket dengan skala ordinal dan skala Likert sebagai teknik pengumpulan data kedua variabel kepemimpinan dan kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan 568744321897856 Kecamatan 223145655225 berada pada tingkat sedang atau kualitas cukup baik dengan prosentase 78,36%. (2) Kinerja pegawai di kantor kelurahan 568744321897856 kecamatan 223145655225 dikatakan sangat baik yang ditunjukkan dengan tanggapan responden sebesar 70,93%. (3) Kepemimpinan Kemet berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Kantor Kemet 568744321897856 Wilayah 223145655225. Efek ini tercermin dalam nilai t.

(1, 613) pada tingkat kesalahan 5% dan DB = 32-2 = 30. (4) Pengaruh kepemimpinan kecamatan 63,20 persen terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan 568744321897856. Sedangkan sisanya sebesar 36,80 persen pengaruh faktor lain tidak diteliti dalam penelitian ini.

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Kerja Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (pmd) Riau

Dalam suatu lembaga publik, berhasil atau tidaknya penyelenggaraan fungsi dan penyelenggaraan pemerintahan, di bawah pengaruh kepemimpinan, melalui kepemimpinan dan dengan dukungan kapasitas organisasi pemerintahan yang sesuai, maka terselenggaranya tata pemerintahan yang baik (good governance).

Mengarahkan, memotivasi, dan mengatur semua elemen dalam kelompok atau organisasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi yang menghasilkan kinerja karyawan yang maksimal. Peningkatan kinerja pegawai mengacu pada pencapaian hasil kerja individu atau pegawai dalam mencapai tujuan organisasi. Kantor Camat 568744321897856 Distrik 223145655225 dipimpin oleh seorang Camat yang membawahi 30 pegawai yang membutuhkan kepemimpinan yang baik untuk melayani masyarakat secara maksimal di wilayah Kantor Camat 568744321897856 Distrik 2231456525. Masalah yang terjadi di KMT Office 568744321897856 Regini 223145655225 yang menjadi masalah hampir semua organisasi atau organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like