Laporan Pengaruh Ph Terhadap Aktivitas Enzim

Laporan Pengaruh Ph Terhadap Aktivitas Enzim – 1.1 Informasi dasar Enzim adalah senyawa yang termasuk dalam kelompok protein. Enzim ini berperan sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia karena sebagian besar proses metabolisme tubuh kita melibatkan kinerja enzim tersebut. Namun harus kita ketahui bahwa kerja enzim tentunya tidak terlepas dari syarat-syarat yang harus dipenuhi misalnya harus pada suhu tertentu, pH tertentu dan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. Enzim amilase milik enzim hidrolase, yang merupakan katalis untuk reaksi pemutusan ikatan. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pH dan suhu. Enzim dapat bekerja pada pH dan suhu optimal. Oleh karena itu, dengan bantuan percobaan ini, pengaruh pH dan suhu yang berbeda terhadap aktivitas enzim, dalam hal ini enzim amilase, akan ditentukan dengan menentukan pH dan suhu optimal di mana terjadi hidrolisis pati menjadi glukosa. tercepat oleh aksi enzim. Pati terdiri dari dua jenis polisakarida yang keduanya merupakan polimer glukosa, yaitu amilosa (kurang lebih 20-28%) dan amilopektin. Pada saat kita mengunyah nasi (pati), terjadi reaksi kimia di dalam mulut, yaitu pemutusan ikatan pada pati dengan bantuan enzim, dalam hal ini enzim amilase yang terdapat pada air liur (ludah). Berdasarkan hal tersebut di atas, percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pH dan suhu terhadap aktivitas enzim.

1.2 Tujuan dan Tugas Percobaan 1.2.1 Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pH dan suhu terhadap aktivitas enzim amilase. 1.2.2 Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini antara lain : 1. Menentukan pH optimal untuk aktivitas enzim amilase. 2. Tentukan suhu optimal aktivitas amilase.

Laporan Pengaruh Ph Terhadap Aktivitas Enzim

1.3 Prinsip Percobaan 1.3.1 Pengaruh pH terhadap Aktivitas Enzim Amilase Menentukan aktivitas enzim amilase berdasarkan waktu yang dibutuhkan pati untuk terurai menjadi glukosa pada berbagai nilai pH tertentu dengan penambahan iodida sebagai indikator yang memberikan warna biru dan menjadi transparan. 1.3.2 Pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim amilase. Tentukan aktivitas enzim amilase berdasarkan waktu yang dibutuhkan pati untuk terurai menjadi glukosa pada berbagai suhu, kemudian uji dengan iodida dengan interval sampai warna biru yang dihasilkan jernih.

Solution: Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai biokatalisator dalam sel hidup. Keunggulan enzim dibanding katalis konvensional adalah: (1) dapat meningkatkan produk ribuan kali lipat; (2) beroperasi pada pH yang relatif netral dan suhu yang relatif rendah; dan (3) bersifat spesifik dan selektif untuk substrat tertentu. Enzim banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi dan kimia lainnya. Di bidang pangan misalnya amilase, glukosa isomerase, papain dan bromelain, dan di bidang kesehatan misalnya amilase, lipase dan protease. Enzim dapat diisolasi dari hewan, tumbuhan dan mikroorganisme (Azmi, 2006). Enzim bekerja dengan menempel pada permukaan molekul reaktan dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi aktivasi, yang dengan sendirinya memfasilitasi reaksi. Sebagian besar enzim berfungsi secara unik, artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja dengan satu jenis senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan adanya perbedaan struktur kimia dari masing-masing enzim yang bersifat tetap. Misalnya enzim -amilase hanya dapat digunakan dalam proses pemecahan pati menjadi glukosa (Taufik, 2007). Beberapa enzim membutuhkan koenzim dan satu atau lebih ion logam untuk aktivitasnya. Pada beberapa enzim, koenzim atau ion logam hanya terikat lemah atau sementara pada protein, tetapi pada enzim lain senyawa ini terikat kuat atau permanen, dalam hal ini

Itu disebut kelompok prostetik. Enzim yang secara struktural sempurna yang secara aktif mengkatalisasi bersama dengan koenzim atau gugus logamnya disebut holoenzim. Koenzim dan ion logam stabil saat dipanaskan, sedangkan bagian protein enzim akan terdenaturasi saat dipanaskan (Lehninger, 1982). Enzim amilase dapat diperoleh dari saliva atau air liur. Saliva adalah cairan oral kompleks berwarna yang terdiri dari campuran sekresi kelenjar ludah mayor dan minor yang terdapat pada mukosa mulut. Air liur juga bisa disebut kelenjar ludah atau kelenjar ludah. Semua kelenjar ludah berfungsi untuk membantu mencerna makanan dengan cara mengeluarkan sekresi yang disebut ludah (saliva atau air liur). Pembentukan kelenjar ludah dimulai sejak awal kehidupan janin (4-12 minggu) sebagai intususepsi epitel mulut, yang berdiferensiasi menjadi saluran dan jaringan asinar (Aldi, 2010). Air liur adalah cairan yang lebih kental dari air biasa. Kelenjar ludah mengeluarkan sekitar 1,5 liter air liur per hari. Air liur adalah 99,24% air dan 0,58% terdiri dari ion Ca2+, Mg2+, Na+, K+, PO43-, Cl-, HCO3-, SO42- dan zat organik seperti musin dan enzim amilase atau ptyalin. Musin, glikoprotein, disekresikan oleh kelenjar sublingual dan submandibular, dan ptyalin oleh kelenjar parotis. Air liur memiliki pH 5,75 hingga 7,05. Umumnya pH air liur sedikit di bawah 7. Enzim ptyalin dalam air liur adalah enzim amilase. Enzim ptyalin bekerja optimal pada pH 6,6 (Poedjiadi, 2005). Air liur diwakili oleh lapisan setebal 0,1-0,01 mm, yang menutupi semua jaringan rongga mulut. Air liur pada orang dewasa bervariasi dari

0,3-0,4 ml/menit, sedangkan dengan stimulasi jumlah air liur yang normal adalah 1-2 ml/menit. Penurunan pH saliva (buffer/kapasitas asam) dan saliva yang lebih sedikit menunjukkan risiko karies yang tinggi. Peningkatan pH saliva (basa) akan menyebabkan pembentukan kalkulus (Aldi, 2010). Fungsi enzim adalah mengkatalisis proses biokimia yang terjadi di dalam dan di luar sel. Enzim dapat mempercepat reaksi 108-1011 kali lebih cepat jika reaksi berlangsung tanpa katalis. Dengan demikian, enzim dapat berfungsi sebagai katalis yang sangat efisien, selain memiliki tingkat spesifisitas yang tinggi. Seperti katalis lainnya, enzim dapat menurunkan energi aktivasi reaksi kimia. Reaksi kimia ada yang memerlukan energi (reaksi endergonik) dan ada yang menghasilkan energi atau melepaskan energi (eksergonik) (Poedjiadi, 2005). Menurut Poedjiadi (2005), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja enzim adalah: 1. Konsentrasi enzim, seperti halnya katalis lainnya, kecepatan reaksi menggunakan enzim tergantung pada konsentrasi enzim. Pada konsentrasi substrat tertentu, laju reaksi meningkat dengan

Meningkatkan konsentrasi enzim. 2. Konsentrasi substrat, pada konsentrasi substrat yang rendah, bagian aktif dari enzim ini hanya mempertahankan sedikit substrat. Dengan meningkatnya konsentrasi substrat, semakin banyak substrat yang dapat mengikat enzim di situs aktif. 3. Temperatur, enzim merupakan protein, sehingga peningkatan temperatur dapat menyebabkan proses denaturasi. Jika terjadi denaturasi, maka

Laporan 8 Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme

Bagian aktif enzim akan terganggu sehingga konsentrasi efektif enzim akan menurun dan laju reaksi akan menurun. 4. Pengaruh pH, ​​struktur ionik enzim bergantung pada pH lingkungan. Perubahan pH lingkungan akan mempengaruhi efisiensi bagian aktif enzim dalam pembentukan kompleks substrat enzim. Selain mempengaruhi struktur ionik enzim, pH rendah atau tinggi juga dapat menyebabkan penurunan aktivitas enzim. 5. Pengaruh suatu inhibitor, molekul atau ion yang dapat menghambat suatu reaksi disebut inhibitor. Hambatan adalah mekanisme untuk mengatur reaksi yang terjadi dalam tubuh kita. Inhibitor ini dapat menyebabkan penurunan aktivitas enzim. Di dalam sel dan lingkungan seluler di sekitarnya, pH harus tetap konstan pada kondisi normal, karena setiap perubahan akan menyebabkan perubahan aktivitas enzim. Hal ini akan mempengaruhi dan mengganggu sistem katabolik dan anabolik pada sel jaringan (Girindra, 1993).

3.1 Bahan Percobaan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini meliputi larutan kanji 1%, saliva (enzim amilase), larutan iodida 0,01 M, NaCl 0,1 M, asam asetat 0,1 M, dapar fosfat pH 8,0; 7, 4; 6, 8; 6, 2; 5, 8; 5, 4, air suling, minuman beralkohol, korek api, es batu, sabun cair, kertas label dan tisu. 3.2 Peralatan Percobaan Alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain tabung reaksi, pemegang tabung reaksi, pipet tetes, inkubator, penetes, labu, gelas kimia 1000 mL, tripod, wire mesh, labu semprot, labu Erlenmeyer 250 mL, sikat untuk tabung reaksi, penangas air dan pembakar alkohol. . 3.3 Prosedur percobaan 3.3.1 Pengaruh pH terhadap aktivitas amilase Ambil 6 tabung reaksi bersih dan kering. Kemudian ditambahkan 5 ml larutan dapar fosfat yaitu pH 8,0; 7, 4; 6, 8; 6, 2; 5, 8 dan 5, 4. 2,5 ml pati 1%, 1 ml NaCl dan 1 ml air liur encer ditempatkan dalam larutan penyangga ini dan diasamkan dengan menambahkan 1 ml asam asetat untuk tabung reaksi dengan pH 8 dan 7,4. Kemudian 2 tetes larutan yodium ditambahkan ke setiap tabung reaksi dan perubahan yang dihasilkan diamati. Kemudian masukkan ke dalam inkubator pada suhu 38oC selama 5 menit hingga menjadi bening. Catat perubahan dan waktu yang diperlukan untuk nilai pH yang berbeda

Setiap 5 menit dengan selang waktu 30 menit. Kemudian dibuat grafik ketergantungan pH pada waktu terbalik (1/T) dan pH optimal ditentukan berdasarkan grafik ini. 3.3.2 Pengaruh suhu pada aktivitas enzim amilase Ambil 4 tabung reaksi kering yang bersih dan tuangkan 2,5 ml larutan kanji 1% ke dalam masing-masing tabung. 1 ml air liur encer ditambahkan. Kemudian tabung reaksi pertama ditempatkan dalam wadah berisi es batu, tabung reaksi kedua dibiarkan pada suhu kamar, tabung reaksi ketiga ditempatkan dalam inkubator pada suhu 38 oC, dan tabung reaksi keempat ditempatkan dalam segelas air mendidih. (suhu 100 oC). Setelah itu, pada menit ke nol, dipipet ke dalam pipet yang berisi 1 tetes yodium. Setelah itu, simpan kembali pada suhu yang sesuai, lalu pipet lagi setiap lima menit ke piring penetes yang sudah mengandung yodium. Kemudian menentukan laju dekomposisi masing-masing sampel dengan melihat perubahan warna yang terjadi.

4. 1 Pengaruh pH

Laporan Praktikum Enzim Katalase

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like