Dampak Kenaikan Bbm Terhadap Kemiskinan

Dampak Kenaikan Bbm Terhadap Kemiskinan – Seperti dikutip dari djpb.kemenkeu.go.id/kppn/kolaka/id, kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari karena berbagai alasan.

Misalnya, subsidi BBM dan kompensasinya tidak tepat sasaran dan masih dinikmati sebagian besar orang kaya. Kenaikan harga BBM kemudian dapat mengurangi beban tambahan subsidi dan manfaat serta memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang kurang beruntung dan rentan dengan cara yang lebih tepat sasaran dan merata. Dan harga BBM yang sangat murah (di bawah nilai keekonomiannya) mendorong masyarakat untuk melakukan pemborosan energi sehingga lebih ramah lingkungan.

Dampak Kenaikan Bbm Terhadap Kemiskinan

Namun, pemerintah telah menghitung secara matang dampak kenaikan harga BBM dan langkah yang akan diambil, yakni. Pertama, inflasi meningkat antara 1,88%-2,2%

Gubernur Khofifah Luncurkan Program Perlindungan Sosial Dampak Kenaikan Harga Bbm Dan Inflasi, Apa Saja Dan Untuk Siapa Saja?

2022 akan mencapai 6,3 – 6,7%, masih moderat dibandingkan dengan inflasi di banyak negara. Kedua, pemerintah pusat dan daerah bersama BI menjaga inflasi, terutama harga pangan. Efek merebaknya kebijakan ini harus diantisipasi. Dan ketiga, untuk melindungi masyarakat kurang mampu dan rentan, pemerintah memberikan bantuan sosial tambahan sebesar Rp 24,17 T untuk pengentasan kemiskinan.

Selain itu, pemerintah akan memastikan keamanan pasokan BBM hingga akhir tahun dengan pengawasan ketat distribusi BBM kepada masyarakat. Koordinasi antara Polari dan pemerintah daerah akan dilakukan untuk menjaga sentimen positif daerah: pertama, pokja pangan akan diperkuat untuk memantau distribusi dan pemantauan harga, khususnya harga pangan, sehingga inflasi pangan tetap terkendali, dan kedua, pemeliharaan proses penyaluran BLT dan Pengawasan. dan ketiga, memantau isu-isu lain yang mendorong kerawanan sosial.

Untuk itu, mari kita bersama-sama membantu menjaga momentum pemulihan ekonomi negara agar mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. (Diskominfo) Idul Fitri sudah di depan mata. Tradisi kenaikan harga tidak bisa dihentikan di semua lini. Ini seperti banjir bandang klise sebagai bagian dari bencana. Padahal, pemerintah memiliki peran penting dalam melawan dampak buruk kenaikan/penurunan harga, yaitu meningkatnya kemiskinan.

Di balik kenaikan harga terdapat peningkatan kemiskinan. Ketika harga berbagai komoditas meroket, niscaya inflasi berpotensi meroket. Sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga berbagai komoditas di pasar internasional.

Antara Sisi Positif Dan Sisi Negatif Kenaikan Bbm

Selama sebulan terakhir, negara telah dilanda kenaikan harga berulang kali. Harga bahan bakar semakin meningkat. Harga minyak goreng, daging sapi dan ayam sudah naik bahkan sebelum bulan puasa dan belum juga turun hingga hari ini.

Di sisi lain, masyarakat seolah dibiarkan hidup mandiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Penguasa / negara lebih banyak membantu daripada menyediakan kebutuhan dasar bagi rakyat. Anehnya, pemerintah telah berulang kali menyatakan optimisme. Dia mengatakan ekonomi Indonesia membaik.

Padahal, data Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan banyak rumah tangga yang akan menghabiskan lebih dari 65% pengeluarannya untuk kebutuhan pangan pada 2021 (katadata.co.id, 23/04/2022).

Kemiskinan ini disebabkan oleh naiknya harga yang sembrono. Kenaikan harga pangan justru terjadi di saat masih banyak masyarakat yang belum keluar dari kemiskinan akibat resesi di masa pandemi.

Orang Miskin Ri Bertambah Gara Gara Harga Bbm Naik

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Tanah Air sebesar 9,71% pada September 2021. Dengan kata lain, jumlah penduduk miskin meningkat 1,72 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun 2019 (bps.go.id, 17/01/2022).

Kemiskinan yang menimpa masyarakat saat ini adalah kemiskinan struktural/sistemik, yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh sistem yang dipaksakan oleh negara/penguasa. Ini adalah sistem kapitalis dengan prinsip sekularisme liberal, yang mengasingkan manusia dari hukum Sang Pencipta. Pengaturan ini memungkinkan orang untuk mengontrol kekayaan dan sedikit yang menikmatinya.

Kapitalisme mensyaratkan privatisasi sektor publik seperti jalan tol, air, gas, minyak dan pertambangan. Akibatnya, miliaran orang tidak dapat menggunakan hak mereka atas sumber daya yang sebenarnya milik rakyat.

Dalam Islam, kemiskinan tidak dinilai dari besarnya pengeluaran atau pendapatan, tetapi dari pemenuhan kebutuhan dasar (basic) individu. Kebutuhan dasar mereka meliputi sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan yang layak. Allah SWT berfirman:

Ganjar Siapkan Sekitar Rp60 M Untuk Bantuan Tambahan Dampak Kenaikan Bbm

“Pertahankan wanita sesuai dengan kekuatanmu di mana kamu tinggal. Jangan ganggu mereka untuk menciutkan (hati) kamu.” (TQS Ath-thalaq [85]: 6).

ما مِنْ احد يَسْأَلُ مَسْأَلَةً وَهنك قِيلَ يَا رَسُولَ اللَِي: وَمَذَا يُغْنِيهِ

“Tidaklah seseorang meminta-minta ketika dia kaya, tetapi pada hari kiamat dia akan memiliki bekas luka di wajahnya.” Dia ditanya: “Wahai Rasulullah, apa yang membuatnya kaya?” Dia menjawab, “Harta karun 50 dirham.” (HR An-Nasa’i dan Ahmad).

Syekh Abdul Qadim Zallam berkata: “Barang siapa yang memiliki 50 dirham – atau 148,75 gram perak atau emas yang setara untuk harga itu – yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal; serta menafkahi istri dan anak-anaknya serta pembantu mereka. – jadi dia adalah orang kaya.” Dipandang sebagai orang. Dia mungkin tidak menerima bagian dari zakat. (Abdul Qadim Zallum, al-Amwal fi ad-Dawlah al-Khilafah, hal. 173)

Kamrussamad: Dampak Kenaikan Harga Bbm Harus Diantisipasi Sangat Serius

Jika hari ini satu dirham sama dengan 80.000 rubel, maka 50 dirham sama dengan 4 juta rubel. Harta lebih dari 4 juta rupiah tentu saja merupakan surplus untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (pangan, sandang, perumahan; juga nafkah anak, gaji istri dan pembantu).

Islam bukan hanya agama spiritual tetapi juga solusi untuk semua masalah kehidupan. Dikutip dari Buletin Kaffah Edisi 241, 27-07-2018 Ada tiga cara ampuh mengatasi kemiskinan dalam Islam.

Pertama, secara pribadi. Allah SWT menjadikan setiap muslim yang mampu bekerja mampu menafkahi dirinya dan keluarga yang menjadi sandaran hidupnya (QS al-Baqarah [2]: 233). Rasulullah SAW juga bersabda:

Jika ada yang miskin, bersabarlah dan percayalah kepada Tuhan tanpa prasangka. Ia dilarang berputus asa dari rezeki dan rahmat Allah SWT. Nabi SAW bersabda:

Pdf) Dampak Kompensasi Kenaikan Harga Bbm Terhadap Kemiskinan Di Indonesia

LANGSUNG -ل تا مِنَ الرِّزْقِ مَا تهز رُؤُوُكُمَive –

“Janganlah kalian berdua kehilangan harapan akan rezeki sedangkan kedua kepala kalian bergoyang. Sesungguhnya manusia dilahirkan dari ibunya merah tanpa pakaian, kemudian Allah ‘Azza wa Jalla’ memberinya rezeki. (HR. Ahmad. , Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Kedua, dengan cara jamai (kolektif). Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk saling peduli terhadap sesama yang membutuhkan dan membutuhkan pertolongan. Rosululloh SAW bersabda:

“Tidak ada yang percaya padaku yang tidur kenyang meskipun dia tahu bahwa tetangganya lapar.” (HR Ath-Tabarani dan Al-Bazar)

Strategi Mencegah Orang Miskin Bertambah

“Penduduk negeri mana pun yang di antara mereka ada yang kelaparan (kepada siapa mereka menawarkan), jaminan (perlindungan) Allah akan dilepaskan dari mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Abi Saiba).

Ketiga, Allah SWT memerintahkan penguasa untuk bertanggung jawab atas segala urusan rakyatnya, termasuk menyediakan kebutuhan dasar rakyat. Rosululloh SAW bersabda:

“Penguasa manusia adalah pengurus dan bertanggung jawab atas orang-orang yang dia sayangi.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Rasulullah SAW memberikan pekerjaan kepada masyarakat dan menjamin kehidupan masyarakat Madinah. Pada masanya ada Ahlus-Shufah. Mereka adalah teman orang miskin. Mereka diizinkan tinggal di Masjid Nabawi dengan membayar santunan dari bendahara.

Dampak Kenaikan Bbm Terhadap Perekonomian

Ketika menjadi khalifah, Amirul Muminin Umar bin Al-Khattab menganjurkan setiap anak yang lahir untuk merawat dan melindungi anak. Ia juga membangun “rumah tepung” (dar ad-daqiq) yang sangat terkenal pada masanya, terutama bagi para musafir yang sudah kehabisan bekal.

Kekhalifahan Abbasiyah juga membangun rumah sakit yang komprehensif dan canggih pada masanya yang memberikan layanan gratis kepada masyarakat untuk mendistribusikan asuransi kesehatan secara merata terlepas dari apakah mereka mampu atau tidak.

Di atas adalah contoh peran penguasa pada masa kejayaan Islam. Syariat Islam telah terbukti dapat menjamin kesejahteraan umatnya. Kemampuan Islam untuk mengatasi kemiskinan dan stabilitas sistem membuat warganya “sulit” untuk tetap miskin, mencatat bahwa tidak ada yang pantas digolongkan miskin karena mereka sangat kaya.

Dalam Islam pejabat dapat dipercaya dan sangat berdedikasi. Khalifah hanya memiliki satu tujuan untuk mensejahterakan rakyatnya.

Kepuasan Terhadap Pemerintahan Jokowi Turun, Inflasi Dan Angka Kemiskinan Menanjak Naik

Oleh karena itu, sudah saatnya umat kembali kepada syariat Islam yang bersumber dari Allah SWT. Hanya dengan syariat-Nya kehidupan manusia bisa berkah. Syariah menjadi rahmat. “Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi sekalian alam. Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad untuk membawa Islam bukanlah untuk membinasakan orang-orang kafir melainkan untuk menciptakan perdamaian. (QS al-Anbiya’ [21]: 107 )

Penting untuk dipahami bahwa menerapkan syariat Islam dalam segala bidang kehidupan melalui jalan Kafah merupakan bentuk ketakwaan yang hakiki kepada Allah SWT. Negeri yang masyarakatnya bertakwa adalah surga dunia yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu.

, News Headlines – Wacana Menteri Agama Fachrul Razi tentang da’i bersertifikat yang diluncurkan sejak akhir 2019, kini kembali menjadi perbincangan. Skema Bersertifikat Dai…

, News Headlines – Sebuah postingan Twitter kembali mengejutkan publik. Kali ini Deutsche Welle mengunggah akun Indonesia karena memaksa anak berhijab…

Naiknya Bahan Bakar Minyak Sebabkan Inflasi? Halaman 1

, News Headlines- Indonesia Kembali Menderita, Ulama Warisan Nabi Kembali Diincar Kejahatan. Penikaman seorang cendekiawan Islam mengejutkan publik sekali lagi…

Penulis: Ulfa Nimah – Sudah menjadi kebiasaan, ketika sebuah sistem yang lahir dari produk manusia digunakan untuk mengatur kehidupan, pasti akan berujung pada kehancuran….

, News Headlines- Wabah yang sudah hampir 7 bulan berkecamuk di tanah air tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Karena efek ini tumbuh di dalam negeri dan… Pada kuartal ketiga tahun 2022, pemerintah Indonesia akan menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keputusan ini disebabkan oleh tekanan inflasi global terhadap anggaran nasional dan fakta bahwa subsidi bahan bakar Indonesia selama ini lebih menguntungkan orang kaya daripada orang miskin (Kementerian Keuangan DJP, 2022; Dartanto, 2013).

Seperti halnya kenaikan harga BBM sebelumnya, penyesuaian harga BBM pada tahun 2022 dapat meningkatkan inflasi tahunan di sektor transportasi atau kenaikan harga yang dipengaruhi oleh harga BBM, serta barang dan jasa lainnya. Untuk memitigasi potensi dampak negatif kenaikan harga BBM, pemerintah akan meningkatkan pembiayaan program bantuan sosial melalui pengurangan subsidi BBM.

Harga Bbm Naik Sudah 7 Kali Selama Jokowi Jadi Presiden

Catatan Penelitian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like